SELAMAT DATANG DI ZONA EDUFORMALOGI..!! ^_^

Klasifikasi tuna rungu

Senin, 06 Desember 2010

Berdasarkan tingkat kehilangan pendengaran melalui tes dengan audiometer,tuna rungu dapat diklasifikasikan dalam 5 kelompok,yaitu:
  • Tuna Rungu Ringan (mild hearing lost)
Yang termasuk kelompok ini yaitu sesorang yang mengalami kehilangan pendengaran antara 27-40 db.Sulit mendengarkan suara yang jauh,jadi butuh tempat yang strategis pada sumber suara.
  • Tuna Rungu Sedang (moderate hearing lost)
Yang tergolong kelompok ini yaitu sesorang yang mengalami kehilangan pendengaran anatara 41-55 db,ia dapat mengerti percakapan dari jarak 3-5 feet secara face to face.Membutuhkan alat bantu dengar dan terapi bicara.
  • Tuna Rungu Sedikit Berat (moderately severe hearing lost)
Yang tergolong kelompok ini adalah mereka yang mengalami kehilangan pendengaran antara 56-70 db,mereka hanya dapat mendengar suara dari jarak dekat dan menggunakan hearing aid.
  • Tuna Rungu Berat (severe hearing lost)
Yang tergolong tuna rungu berat adalah  mereka yang mengalami kehilangan pendengaran antara 71-90 db,sehingga hanya dapat mendengar suara-suara keras dari jarak dekat.Kelompok ini membutuhkan pendidikan khusus secara intensif,alat bantu dengar dan terapi bicara.
  • Tuna Rungu Berat Sekali (profound hearing loss)
  • Mengalami kehilangan pendengaran >90db.Mungkin mereka masih dapat mendengar suara keras,tapi lebih menyadari suara dari getarannya (vibrations).Mereka lebih mengandalkan visualnya daripada pendengarannya dalam berkomunikasi yaitu dengan isyarat,atau oral.

bagaimana cara merubah suatu kekurangan menjadi sebuah kelebihan?

Banyak orang yang merasa kekurangan maupun kecacatan yang terjadi pada diri mereka adalah ketidak adilan hidup,dan merupakan cobaan terberat yang mereka jalani,dan itu sudah takdir,yang tidak bisa diubah.Kalau pernyataan ini benar,bagaimana dengan seorang helen keller?yang dengan kekurangan pada visual dan pendengarannya,dia bisa merubah dunianya yang sepi menjadi sebuah keajaiban,layaknya lentera dikala gelap,musik syahdu dikala keheningan..
Coba kita tengok kembali dalam diri kita.
Apakah sudah matikah kita sehingga tak bisa lagi berbuat apa-apa?atau,memang niat kita saja yang terlalu dimanjakan dengan hal-hal yang orang awam sebut itu"pasrah"..
Cobalah kita gali lebih dalam lagi kemampuan apa yang kita miliki.Kita kaji lebih dalam,dan kita tuang kedalam tingkah laku kita..bayangkan saja,bila kita bisa membuat motivasi sendiri bagi kekurangan kita.Semangat hidup kita akan muncul,kita tidak takut terhadap kegagalan,kita tempuh semua dengan usaha dan doa.
Percayalah.! masih ada kelebihan yang kita miliki walau dalam kekurangan itu.

tuna netra dan pendidkan

Minggu, 05 Desember 2010

Seorang tuna netra adalah mereka yang mengalami gangguan kritis pada penglihatannya .Ini disebabkan oleh rusaknya struktur pada mata yang dapat mengurangi ketajaman visual.Sinar cahaya yang memeantul ke mata tidak terfokus dengan benar.Seorang tuna netra perlu diajarkan membaca  metode aural atau braille.Mereka belajar tentang dunia dengan mode taktual.Jadi,kemampuan yang paling penting bagi mereka adalah mobilitas dan orientasi.Disini ada dua pemikiran yang dapat dicapai,saat seorang tuna netra memiliki motivasi yang lebih,yaitu sikap yang tepat dan pengetahuan belajar.
Pengetahuan belajar dikelas sering terlihat di alam.Namun dengan munculnya metode-metode pengajaran baru seperti  membaca dengan huruf braille yang dicetak dengan mesin cetak braille,opfacon,kursweil,mesin baca,dan kalkulator bicara memudah kan pengajar dan murid tersebut dalam memahami materi yang diajarkan.